Artikel

Dapatkan informasi terbaru dari Kami

Usir Kemalasan, Terapkan 7 Cara Fokus Belajar bagi Remaja!

Sering mendapati anak malas atau tidak fokus belajar? Rasa malas memang menjadi hal yang manusiawi dan semua orang pasti pernah mengalaminya, termasuk pada anak usia remaja. Ketika anak dihadapkan dengan banyak tugas dan materi yang harus dipelajari, maka tidak jarang rasa malas akan menghambat mereka untuk melaksanakan kewajibannya. Jadi, pastikan sebagai orang tua Anda memiliki strategi dan cara fokus belajar yang bisa diterapkan pada anak.

Tentunya Anda tidak bisa membiarkan remaja terus-terusan memelihara sifat malasnya untuk belajar. Perlu diketahui, bahwa mempertahankan kemalasan akan beresiko fatal bagi pencapaian masa depan anak nantinya. Kemalasan adalah salah satu hambatan terbesar yang berpotensi menggagalkan kesuksesan. Meskipun tidak mudah, namun sudah sepatutnya Anda sebagai orang tua menghadapi rasa malas anak yang harus dilawan. 

Cara Fokus Belajar yang Perlu Diterapkan Orang Tua pada Anak Usia Remaja

cara fokus belajar

Untuk membantu Anda, di bawah ini telah dirangkum beberapa cara fokus belajar yang bisa Anda terapkan ketika menghadapi anak yang malas belajar. Langsung saja simak tipsnya di bawah ini!

1. Ajak Anak Belajar di Ruangan yang Sepi

Cara fokus belajar yang pertama adalah melakukannya di ruangan yang sepi. Hal ini penting, sebab suara-suara orang yang sedang berbincang atau suara dari televisi ternyata dapat memengaruhi konsentrasi anak ketika belajar, terutama saat membaca. Biasanya, anak yang membaca dalam ruangan yang latar belakang suaranya tidak relevan dengan bahan bacaannya, akan lebih sulit untuk memahami apa yang dibaca. Pada saat anak berada di ruangan itu, maka ia akan sering mengulang kembali kata-kata dan membacanya kembali.

Sementara itu, otak anak tanpa sadar akan mencoba mengartikan ucapan atau suara lainnya yang tidak ada kaitannya dengan bahan bacaannya. Oleh karena itu, belajar di ruangan yang sepi menjadi salah satu cara yang cukup efektif untuk mengurangi gangguan belajar anak Anda.

2. Jangan Biarkan Kebiasaan Anda Menunda-nunda

Menunda-nunda tugas atau belajar adalah kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan oleh kebanyakan remaja. Kebanyakan remaja akan memilih untuk belajar atau mengerjakan tugas nanti saja, karena deadline atau waktu ujian masih lama.

Alih-alih mengerjakan apa yang sedang menjadi kewajibannya sebagai pelajar, mereka malah cenderung mengisi waktunya  dengan kegiatan lain yang sebenarnya tidak lebih penting. Jika kebiasaan ini tidak segera diubah, maka tentunya keberhasilan anak bisa terhambat. Maka dari itu, sangat penting untuk mengingatkan anak supaya mereka segera menyelesaikan tugasnya dan belajar sesuai jadwalnya.

3. Membuat To-Do-List Mingguan

Ajak anak untuk membuat to-do-list tentang apa saja hal-hal yang harus diselesaikan dalam satu minggu. Cara ini bisa efektif untuk menekan rasa malas, dan anak juga akan lebih terdorong untuk berusaha semaksimal mungkin mencapai apa yang telah ditentukan. Tidak kalah penting, jangan lupa berikan semangat pada anak bahwa ia pasti bisa menyelesaikan daftar tugas tersebut. Hal ini tentunya akan membuat anak menjadi lebih bersemangat sehingga tidak lagi terjebak dalam kemalasan.

4. Tetapkan Jadwal Rutinitas Sehari-hari

Selain membuat to-do-list mingguan, Anda juga perlu mengajak anak untuk membuat rutinitas sehari-hari. Hal ini penting untuk dilakukan, mengingat remaja pada umumnya memiliki aktivitas yang padat. Ada kegiatan-kegiatan tertentu yang memang bersifat penting dan ada pula kegiatan lain yang sebenarnya tidak begitu penting. Banyaknya kegiatan seringkali membuat anak akan lebih mudah lelah di awal, dan merasa malas meskipun belum menjalaninya.

Maka untuk mengatasi hal tersebut, Anda dan anak bisa menetapkan jadwal harian sehingga anak dapat mengatur waktu dengan cermat, serta mampu memilah mana aktivitas yang sekiranya penting dan harus didahulukan.

5. Tempelkan Poster dengan Quotes Motivasi

Perlu dipahami, bahwa salah satu hal terpenting yang bisa menekan rasa malas adalah motivasi. Ketika Anda sudah semaksimal mungkin memberikan dukungan, maka anak juga harus bisa memotivasi dirinya sendiri. Salah satu cara mudah untuk membuat anak mampu memotivasi dirinya sendiri adalah dengan menempelkan poster-poster tokoh favoritnya yang menunjukkan quotes motivasi. 

Dengan memotivasi diri sendiri, maka akan menjadikan remaja sebagai individu yang memiliki jiwa kerja keras sehingga enggan membuang-buang waktu begitu saja.

6. Dekatkan Barang yang Diperlukan

Cara untuk meningkatkan fokus belajar tanpa gangguan juga dapat dilakukan dengan mendekatkan barang yang diperlukan saat mengerjakan tugas. Misalnya, anak perlu menyelesaikan tugas menggambar dari sekolah, maka sebelum melakukannya, cobalah ajak anak untuk membuat daftar apa saja barang yang diperlukan saat proses pengerjaannya berlangsung. Mulai dari pensil, pulpen, penghapus, penggaris, dan lainnya, kemudian letakkan barang-barang tersebut dalam jangkauan mata dan tangan.

Tujuannya adalah agar anak tidak perlu lagi beranjak dari meja dan mencari barang yang dibutuhkan di tengah-tengah mengerjakan tugas dan mengganggu konsentrasi.

7. Berikan Konsekuensi pada Anak

Disiplin adalah salah satu hal yang paling sulit diterapkan dalam hidup seorang remaja. Namun, sebagai orang tua Anda harus tetap melakukannya. Ketika anak tidak memiliki sikap disiplin, maka ia akan menjadi individu yang tidak menghargai waktu dan cenderung bermalas-malasan dalam mengerjakan sesuatu.

Ketika berusaha untuk mendisiplinkan anak yang malas belajar, penting bagi Anda untuk menerapkan konsekuensi. Misalnya, Anda bisa mengambil hak istimewa anak seperti tidak boleh menonton televisi atau mengambil ponselnya selama beberapa jam agar anak bisa fokus belajar dan mengerjakan tugas. Meskipun terkesan tidak mudah, tapi Anda perlu membiasakan diri dengan hal tersebut. Ketika sudah terbiasa memiliki sikap disiplin, maka tentunya anak akan mendapatkan banyak manfaat.

Baca juga: Mengenal Macam-Macam Pola Asuh Anak, Mana yang Paling Baik?

Remaja yang sudah tertanam sikap disiplin, maka ia akan menjadi individu yang memiliki ketegasan diri, sehingga dapat melawan kemalasannya.

Selain menanamkan kedisiplinan pada anak, Anda juga perlu memberikan kesempatan pada anak untuk berpartisipasi dalam program Superteen & Smartkids BootCamp. Satu bagian yang terpenting dari program ini adalah membantu anak usia 9-21 tahun agar bisa meraih nilai A dalam sekolah dan kehidupannya. Dijamin, program Superteen & Smartkids BootCamp ini akan menjadi sebuah titik balik dalam hidup anak Anda. Tunggu apa lagi, saatnya bergabung sekarang dan lihatlah anak Anda akan dibekali ilmu mengatur rutinitas untuk sukses.