Artikel

Dapatkan informasi terbaru dari Kami

Hambatan Perdagangan Internasional: Kebijakan Ekonomi hingga Kualitas SDM

Perdagangan internasional adalah kegiatan jual beli yang dilakukan oleh dua negara, atau dalam ekonomi dikenal dengan istilah international trade. Perdagangan internasional ini melibatkan banyak pihak, mulai individu, pemerintah, dan perusahaan. Pada umumnya, perdagangan internasional berupa ekspor dan impor. Namun, nyatanya perdagangan internasional tidak selalu berjalan mulus. Sebab, ada beberapa faktor yang menjadi hambatan perdagangan internasional yang perlu diketahui. Apa sajakah itu? 

Perdagangan internasional merupakan salah satu cara bagi negara untuk meningkatkan perekonomian. Sebab, setiap negara pada umumnya mempunyai ketergantungan komoditas tertentu yang didapatkan dari negara lain. Namun, ada beberapa faktor yang bisa menjadi hambatan dan kendala berlangsungnya perdagangan internasional. Saat terhambat, tidak hanya merugikan ekonomi negara, namun juga masyarakat yang bekerja di sektor terkait.

Tujuan Perdagangan Internasional

hambatan perdagangan internasional

Tujuan diadakannya perdagangan internasional antara lain adalah sebagai berikut:

1. Menaikkan devisa negara

Tujuan dari melakukan perdagangan internasional yang pertama adalah untuk menaikkan devisa negara. Jika dua negara melakukan pertukaran ekspor dan impor barang, maka hal ini akan menaikkan devisa negara, sehingga akan menguntungkan masing-masing negara dari segi ekonomi.

2. Memengaruhi stabilitas harga barang ekspor

Stabilitas harga menjadi salah satu cara yang pemerintah lakukan untuk mempertahankan harga apabila terjadi inflasi yang mulai meninggi. Inflasi adalah peningkatan ketersediaan mata uang suatu negara yang dapat menyebabkan kenaikan harga barang.

3. Memenuhi kebutuhan di negara lain

Kerja sama yang dilakukan dalam perdagangan internasional akan memenuhi kebutuhan barang ataupun jasa di negara lain. Sebagai contoh, Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang mengolah kacang kedelai menjadi tempe dan tahu, di mana hal ini pasti sangat berbeda dengan negara lain seperti di Eropa maupun Amerika. Dengan adanya kerja sama antar negara Eropa atau Amerika tersebut dalam ekspor kacang kedelai, maka negara tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan yang nantinya bisa diolah menjadi tempe dan tahu.

Alasan dari suatu negara mengimpor barang atau jasa dari negara lain adalah karena negara tersebut tidak dapat memproduksi kebutuhan yang diminta penduduknya, salah satu faktornya adalah perbedaan iklim.

4. Mendapatkan profit secara internal maupun eksternal

Tujuan perdagangan internasional berikutnya adalah untuk mendapatkan keuntungan secara internal maupun eksternal. Suatu negara akan berusaha untuk meraih profit atau keuntungan dari persetujuan kerja sama perdagangan internasional antar negara. Keuntungan internal ini adalah keuntungan yang didapatkan dari banyaknya permintaan pesanan barang atau jasa dari luar negeri. Sedangkan untuk keuntungan eksternal adalah keuntungan yang diperoleh dari fungsi dagang. Di mana fungsi ini digunakan untuk meningkatkan keefektifan penggunaan faktor produksi barang atau jasa. 

Hambatan Perdagangan Internasional

hambatan perdagangan internasional

Perdagangan internasional sudah terjadi sejak lama dalam kegiatan perdagangan. Mengutip dari berbagai sumber, inilah sejumlah faktor yang bisa menjadi hambatan berlangsungnya perdagangan internasional. Mari simak baik-baik! 

1. Kebijakan ekonomi dan politik internasional

Kebijakan ekonomi dan politik internasional menjadi salah satu hambatan perdagangan internasional yang paling utama. Pada umumnya, setiap negara tentunya melindungi komoditas produknya supaya tidak didominasi oleh produk luar atau negara lain. Tidak jarang, negara akan memberlakukan kebijakan pembatasan impor atau memberlakukan tarif impor. Secara langsung, pemberlakuan tarif impor inilah yang akan menghambat para pengusaha yang berbisnis barang impor untuk dijual di dalam negeri. Sementara itu di sisi lain, tarif impor menguntungkan pelaku usaha kecil di dalam negeri karena harga barang lebih murah dari barang impor (politic dumping).

2. Perbedaan nilai mata uang

Setiap negara tentunya memiliki mata uang berbeda dengan nilai yang berbeda pula. Dan sering kali negara pengekspor hanya ingin produknya dibayar menggunakan mata uang negaranya. Sebagai contohnya, Indonesia mengekspor produk kelapa dan turunannya ke Belanda, maka Indonesia hanya ingin produknya dibayarkan dalam rupiah. Dalam hal ini, pada umumnya kedua negara menggunakan mata uang asing lain yang biasanya digunakan sebagai pembayaran internasional seperti dolar atau euro.

3. Ada konflik besar di suatu negara

Dalam hal ini, konflik merujuk pada situasi politik dalam negeri seperti kerusuhan etnis, peperangan, kudeta, dan lain sebagainya. Risiko keamanan yang tidak terjamin akan sangat berpengaruh terhadap proses transaksi jual beli.

4. Birokrasi yang bertele-tele

Setiap kegiatan perdagangan internasional berupa ekspor dan impor harus melalui birokrasi pemerintahan. Semakin pelik sistem birokrasi, maka akan semakin lama waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan ekspor dan impor. Lantas sebagai imbasnya, kepercayaan penjual dan pembeli akan menurun hingga menjadi hambatan perdagangan internasional. 

5. Organisasi ekonomi pada regional tertentu

Hambatan perdagangan internasional lainnya disebabkan karena perdagangan dikhususkan atau terbatas bagi negara anggota-anggota organisasi saja. Dengan begitu, negara luar yang memiliki kualitas produk bagus tidak bisa menjual produknya ke negara anggota tersebut, begitu pun sebaliknya.

Dalam perdagangan internasional, hambatan memang sangat mungkin terjadi. Hambatan perdagangan internasional tersebut dapat menggagalkan proses perdagangan yang melibatkan sejumlah negara. Hambatan perdagangan internasional yang paling umum, muncul dari kebijakan suatu negara terkait perdagangan internasional. Sering kali hambatan tersebut diterapkan untuk melindungi produksi dalam negeri ataupun untuk menjaga stabilitas perekonomian negara.

6. Rendahnya kualitas SDM

Faktor lain yang juga menjadi hambatan perdagangan internasional adalah tingkat pendidikan. Kok bisa? Sebab, tingkat pendidikan akan berpengaruh terhadap kualitas produksi. Apabila suatu negara kaya akan hasil alam namun tidak memiliki SDM yang memadai untuk mengolahnya, maka tentu saja produk yang dihasilkan juga akan bernilai rendah. Hal itulah yang akan berdampak pada nilai jual, hingga sulitnya bersaing dengan produk serupa yang diproduksi oleh negara lain.

Baca juga: Memahami Apa itu Cashflow Quadrant dan 4 Bagiannya

Bagaimana, sekarang sudah lebih tahu kan apa saja tujuan dan hambatan perdagangan internasional? Hambatan tersebut harus siap dihadapi dan dilewati dengan baik. Tenang, Tung Desem Waringin, seorang pakar bisnis dan motivator nomor 1 di Indonesia, punya beberapa strategi dan jurus andalan yang terbukti ampuh untuk membuat bisnis Anda sukses hingga go international. Dalam bukunya yang berjudul Marketing Revolution, Tung Desem Waringin membagikan beberapa jurus marketing untuk mendongkrak penjualan. Jurus-jurus marketing tersebut tentu saja sayang jika tidak Anda kuasai. Maka dari itu, silakan Anda bergabung dalam Seminar Sales & Marketing Revolution untuk belajar banyak hal mengenai bisnis. Dengan belajar langsung dari pakarnya, Anda akan lekas bisa mewujudkan impian menjadi pebisnis sukses dan kaya raya. Ayo bersiap, daftarkan diri Anda segera!