Artikel

Dapatkan informasi terbaru dari Kami

Kenalan dengan Hustle Culture, Penyebab, Dampak, dan 4 Cara Menghindarinya

Apakah Anda sering bekerja terlalu keras, tanpa istirahat, dan bahkan sampai lupa waktu? Tahukah Anda bahwa itu termasuk ke dalam hustle culture. Hustle culture merupakan budaya kerja keras mendorong diri sendiri hingga melewati batas kemampuan untuk mencapai tujuan kapitalis, seperti kekayaan, kemakmuran, serta kesuksesan secepat mungkin. Fenomena ini tengah terjadi di kalangan anak muda. Tak jarang para generasi muda membagikan momen bekerja terlalu lama hingga tak kenal waktu melalui unggahannya di media sosial. Budaya ini seolah dianggap sebagai sebuah pencapaian kerja yang positif.

Anda mungkin bertanya, apakah budaya kerja seperti ini memiliki dampak baik, atau justru sebaliknya? 

Apa itu Hustle Culture?

Definisi hustle culture dapat dijelaskan sebagai keadaan bekerja terlalu keras hingga menjadi sebuah lifestyle. Tidak ada hari di mana Anda tidak mengerahkan kemampuan terbaik untuk bekerja, membuat Anda tidak punya waktu untuk kehidupan pribadi. Overworking telah dimodernisasi menjadi hustle culture. Berbagai buku self-help dan beberapa pengusaha terkenal “mendukung” hustle culture. Elon Musk, pendiri Tesla misalnya, menyebutkan bahwa seseorang perlu bekerja sekitar 80-100 jam per minggu untuk “mengubah dunia”.

Lantas, banyak anak muda menjadikan buku, platform media sosial, dan wirausahawan sebagai inspirasi mereka dalam mengejar kesuksesan sendiri. Tentu tidak ada yang salah dengan hal ini, namun sebaiknya usahakan untuk tidak terjebak hustle culture yang kerap mengaburkan garis antara bekerja berlebihan dan kesuksesan. Sebab, ada dampak yang mengintai dari budaya ini. Berikut ini penjelasannya:

1. Kelelahan

Baik secara mental maupun fisik, hustle culture akan membebani tubuh sehingga membuat Anda kelelahan. Tekanan dari budaya ini akan membuat Anda sering kali menetapkan kebiasaan tidak sehat untuk mempertahankan lingkungan kerja. Anda pun mulai mengonsumsi kafein tengah malam untuk menyelesaikan tugas, kurang tidur, melewatkan makan, serta hal lain yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi 100%. 

2. Burnout 

Dalam prosesnya, Anda bisa kehilangan minat pada hobi yang sebelumnya membuat Anda nyaman, tidak punya waktu untuk perawatan diri, dan tidak punya waktu untuk bersosialisasi. Inilah realitas hustle culture yang terlalu diagung-agungkan oleh kebanyakan orang saat ini. Banyak hal yang sebetulnya berdampak kurang baik terhadap diri, namun tanpa sadar telah Anda normalisasi sehingga menyebabkan burnout berkepanjangan.

3. Berbagai Penyakit

Hustle culture juga kerap kali dikaitkan dengan kerja lembur. Padahal, bekerja lembur dan mengalami kelelahan berkaitan dengan banyak sekali risiko kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, penggunaan alkohol berlebihan, detak jantung tidak teratur, hingga penyakit kardiovaskular, dan depresi. 

Cara Menghindari Hustle Culture

hustle culture

Bekerja keras memang sangat penting. Tapi bukan berarti Anda harus selalu menerapkan hustle culture hingga mengorbankan kesehatan diri, baik secara fisik maupun mental. Untuk menghindari budaya ini, Anda bisa coba mengaplikasikan beberapa cara berikut.

1. Bekerja untuk Hidup, Bukan Hidup untuk Bekerja

Ketika passion menjadi sesuatu yang berlebihan, dan ketika jumlah waktu, pikiran, serta energi Anda yang tidak proporsional dicurahkan hanya untuk karier, maka keseimbangan kehidupan kerja menjadi terancam. Untuk itu, mulailah bekerja untuk hidup sehingga Anda bisa lebih menikmati hidup. Perlu disadari bahwa pekerjaan seharusnya tidak membuat Anda stres setiap hari, hingga membuat Anda merasa kurang berharga. Ketahui kapan pekerjaan menjadi terlalu berat untuk ditangani, dan kapan Anda tidak cukup mengeksplorasi potensi. Menemukan keseimbangan adalah kunci utama. 

2. Stop Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Tidak jarang orang melihat sekeliling, lantas membandingkan diri dengan orang lain. Keinginan untuk mencapai hasil yang lebih dari orang lain menyebabkan tersisa sedikit waktu untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar menguntungkan Anda secara personal. Lebih baik Anda fokus pada tujuan pribadi. Saat tujuan Anda bukanlah menjadi lebih baik dibanding orang lain, maka Anda akan lebih rileks untuk bekerja mencapai tujuan tersebut. Temukan hal-hal yang Anda sukai, hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan dan nikmatilah sesekali. 

3. Ketahui Batasan Diri

Hustle culture kerap kali diasosiasikan dengan kerja keras tanpa henti, hari demi hari. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa hustle culture artinya Anda tidak berhenti kerja ketika Anda lelah, tapi ketika Anda selesai mengerjakannya. Alhasil, nilai produktivitas pun menjadi lebih diagungkan daripada nilai kemanusiaan. Produktif dalam bekerja memang perlu, tapi Anda tetap harus mengetahui batasannya. Jangan sampai produktivitas menjadi sesuatu yang toxic hingga berdampak buruk pada kesehatan. 

4. Cari Hobi Baru di Luar Pekerjaan

Hobi akan menghilangkan stres, sehingga membantu Anda lebih nyaman setelah menghadapi deadline, tugas-tugas yang sulit dilakukan, dan harus mendorong diri sendiri setiap hari. Cobalah mencari hal baru untuk Anda nikmati di luar pekerjaan. Misalnya, jika pekerjaan Anda berkutat pada bidang digital marketing, maka Anda bisa mencari hobi di luar itu seperti jogging. Dengan begitu, Anda bisa benar-benar bersantai dan tidak stres saat mengerjakan hobi tersebut.

Mulai Sekarang, Utamakan Pekerjaan yang Berdampak Besar! 

Anda bisa melakukan analisis 80/20 dengan memprioritaskan pekerjaan yang dalam 20% aksi Anda dapat memberikan 80% hasil. Sedangkan untuk pekerjaan yang tidak terlalu memberikan dampak yang besar, Anda bisa mendelegasikannya kepada tim atau meletakkannya di prioritas bawah. Sekilas, tujuan dari hustle culture memang nampak baik. Anda bekerja keras dan berproses untuk memiliki masa depan yang lebih baik dan sukses. Namun, melakukannya secara terus menerus bahkan enggan untuk mengambil jeda bisa berdampak buruk bagi diri Anda dan orang sekitar. 

Baca juga: 4 Tips Mengembangkan Rasa Percaya Diri secara Utuh yang Patut Dicoba

Pernahkah Anda mendengar ungkapan “no pain, no gain” sebagai motivasi saat sedang merasa lelah? Meskipun benar adanya bahwa hal ini dapat menjadi motivasi untuk terus bekerja mencapai tujuan, namun nyatanya terlalu berlebihan juga bukan hal yang baik. Itulah mengapa hustle culture, yang akhir-akhir ini sering terdengar, bisa jadi sangat menyesatkan.

Strategi pengembangan diri yang tepat sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Dalam rangka menerapkan strategi pengembangan diri, Tung Desem mengajarkan pada masing-masing individu untuk bisa menguasai emosi dalam 10 detik seperti yang diajarkan oleh Anthony Robin. Anda harus tahu, bahwa orang-orang sukses di luar sana adalah mereka yang dapat menguasai emosi dalam 10 detik seperti yang diajarkan oleh Anthony Robin. Kata Tung Desem Waringin, “our emotion is created by our motion” dan merupakan jurus yang cukup sederhana. Selain kemampuan dalam menguasai emosi, Tung juga menegaskan pentingnya menjadi orang yang dapat dipercaya, memiliki nilai tambah dan jadi yang terbaik, serta berperilaku yang menyenangkan (assertive). Tujuannya adalah untuk mencapai karier yang paling maksimal. 

Seminar Life Revolution Mengundang Anda!

Marilah bergabung dalam Seminar Life Revolution untuk belajar banyak hal tentang:

  • Gaya Hidup yang Ideal
  • Vitalitas dan Energi yang “Outstanding
  • Meningkatkan Hubungan yang Dahsyat
  • Tindakan dan Pencapaian Kemajuan Hidup
  • Mengubah Ketakutan Menjadi Kekuatan
  • Mengembangkan Kepercayaan Diri Secara Utuh
  • Life Direction
  • 7 Resep Sukses Anti Gagal
  • Menjadi Pemimpin dalam Hidup
  • 3 Cara Menguasai Bagaimana Cara Tetap Bersemangat & Berenergi dalam Situasi Sesulit Apapun
  • Meraih Penampilan Puncak
  • Membangunkan ”Raksasa” yang Tidur

Tema-tema yang sangat menarik dan tentu saja sangat berguna untuk diri Anda sendiri dan pekerjaan atau bisnis yang tengah Anda lakoni. Pastikan Anda menjadi bagian dalam Seminar Life Revolution bersama dengan motivator nomor 1 Tung Desem Waringin. Jangan sampai Anda melewatkan kesempatan ini. Daftarkan sekarang juga!