Artikel

Dapatkan informasi terbaru dari Kami

Ketahui 5 Penyebab Financial Distress dan Cara Pencegahannya

Dunia bisnis memang penuh ketidakpastian. Tak melulu untung, terkadang sebuah bisnis atau usaha harus menelan pil pahit berupa kerugian yang tak bisa dielakkan. Fase naik turun dalam sebuah bisnis memang sudah lumrah dan jadi risiko yang sewaktu-waktu bisa mengancam finansial hingga eksistensi sebuah bisnis atau perusahaan. Dalam hal ini, kemudian muncul istilah financial distress atau kesulitan keuangan yang menandai awal kebangkrutan sebuah bisnis atau perusahaan. Informasi selengkapnya bisa Anda simak berikut ini.

Mengenal Apa Itu Financial Distress

Kesulitan keuangan seringkali dianggap sebagai awal mula sebuah kebangkrutan. Padahal, belum tentu hal itu terjadi. Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan finansial distress tersebut? Financial distress adalah kondisi bisnis atau perusahaan yang mengalami degradasi finansial secara ajeg dengan jangka waktu tertentu. Keadaan seperti ini juga sering diibaratkan sebagai krisis keuangan yang mengancam keberlangsungan sebuah bisnis. Lalu apa kata ahli keuangan mengenai fenomena ini?

Menurut ahli keuangan dunia, Brigham dan Daves, financial distress ditandai dengan ketidakberdayaan sebuah perusahaan dalam memenuhi jadwal pembayaran atau pertanda bahwa sebuah perusahaan belum bisa memenuhi kewajiban. Sedangkan menurut ahli keuangan Indonesia, hal tersebut diartikan sebagai kondisi kesulitan keuangan untuk menunaikan kewajiban perusahaan atau kesulitan likuiditas yang dimulai dengan masalah ringan hingga serius yang membuat total utang lebih besar dibandingkan aset.

Saat sebuah bisnis atau perusahaan mengalami masalah ini, kerugian yang dihadapi umumnya terlalu besar sehingga sering dianggap sebagai cikal bakal dari kebangkrutan. Namun, dengan penanganan yang tepat, perusahaan tentunya masih bisa diselamatkan. Akan lebih baik lagi jika sejak awal sudah membuat langkah pencegahan, sehingga perusahaan tidak perlu kewalahan dalam menanganinya.

Penyebab Kesulitan Keuangan pada Sebuah Perusahaan

financial Sumber: freepik

Ada banyak faktor yang menyebabkan sebuah perusahaan mengalami financial distress, mulai dari masalah pada arus kas, utang yang terlalu banyak, fondasi modal yang salah, kerugian dari sisi operasional, dan perencanaan bisnis yang kurang matang. Penjelasannya bisa Anda simak di bawah ini.

1. Masalah pada Arus Kas

Arus kas atau cash flow adalah kenaikan atau penurunan uang yang dialami sebuah bisnis, perusahaan, atau perseorangan. Apabila cash flow tidak lancar, tentu saja akan mempengaruhi kondisi finansial perusahaan. Hal-hal yang terkait dengan cash flow diantaranya adalah lancar tidaknya tagihan piutang serta pembelian bahan baku yang sesuai kebutuhan. Kesehatan arus kas harus menjadi prioritas utama mengingat pengaruhnya yang sangat besar bagi finansial perusahaan. Apabila abai dalam memperhatikan hal ini, maka perusahaan akan rentan mengalami financial distress.

2. Utang yang Terlalu Banyak

Penyebab kesulitan keuangan selanjutnya yang umum dialami sebuah perusahaan adalah tagihan utang yang menumpuk terlalu banyak. Ketidakmampuan perusahaan dalam melunasi seluruh utang yang ada, akan menyebabkan masalah keuangan yang berlarut-larut. Jika perusahaan tidak bisa membayar tagihan sesuai jadwal dan terlalu lama dalam mengembalikannya, maka pihak pemberi utang biasanya akan menyita berbagai aset yang ada di perusahaan untuk menutup kewajiban.

3. Fondasi Modal yang Salah

Poin ketiga ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya karena juga berhubungan dengan utang piutang. Dalam kondisi tertentu, memang wajar bagi perusahaan untuk mengajukan pinjaman demi kelancaran bisnisnya. Namun, jika sejak awal dirintis selalu mengandalkan utang, maka hal ini bisa membahayakan keuangan perusahaan. Selain merugi, perusahaan juga berisiko mengalami pailit.

4. Kerugian di Sisi Operasional

Kerugian dari sisi operasional juga mengancam eksistensi sebuah perusahaan. Selain membuat status perusahaan terancam bangkrut, hal ini juga membuat para investor kecewa. Oleh sebab, perusahaan harus punya taktik dan strategi efektif supaya target selalu terpenuhi.

5. Perencanaan Bisnis yang Kurang Matang

Financial distress tentunya bisa dihindari apabila perusahaan sejak awal memiliki perencanaan bisnis yang matang. Oleh sebab itu, hal-hal yang terkait dengan operasional perusahaan seperti produksi, distribusi, pemasaran, hingga finansial perusahaan harus memiliki fondasi yang kokoh dan perencanaan yang baik. Jika menganggapnya sepele, maka akan berakibat buruk di kemudian hari.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Saat hal ini menimpa perusahaan, maka ada beberapa cara untuk mengatasinya. Berbagai kendala terkait financial distress bisa diselesaikan dengan beberapa langkah berikut ini.

  1. Jual beberapa aset yang masih tersisa seperti misalnya tanah, bangunan, mesin, atau alat transportasi milik perusahaan. Sebagian dikembalikan kepada investor, sedangkan sisanya untuk memulai perusahaan dari awal lagi.
  2. Lakukan merger untuk menyelamatkan perusahaan.
  3. Fokus untuk menghemat keuangan internal perusahaan.
  4. Dapatkan suntikan modal dengan membuka saham dan obligasi baru.
  5. Apabila memiliki masalah utang dengan bank, sebaiknya mengajukan restrukturisasi kredit ke pihak bank.

Baca juga: Berkenalan Lebih Dekat dengan Cash Flow dan Cara Mengelolanya

Cegah Financial Distress dengan Cara Ini

financial Sumber: freepik

Mencegah lebih baik daripada mengobati, hal ini juga berlaku dalam sebuah perusahaan. Manajemen risiko perlu dipikirkan sejak awal untuk menghindari masalah keuangan seperti financial distress tersebut. Lalu, hal apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya? Temukan jawabannya dengan membaca artikel ini sampai habis!

Langkah pencegahan dapat diupayakan lewat kerjasama pimpinan dan manajemen perusahaan untuk meminimalisir kerugian di masa depan. Caranya dengan mengenali berbagai kemungkinan penyebabnya, kemudian mencari jalan keluarnya sebelum terjadi. Sehingga, financial distress pun bisa Anda cegah. Awali dengan mengamankan rasio keuangan dan selalu mencari cara agar cash flow selalu lancar. Membatasi utang dagang bisa jadi salah satu langkah untuk membuat arus kas lebih lancar. Walaupun utang dagang bisa meningkatkan penjualan, tapi jika tidak diimbangi dengan penagihan dan pembayaran yang disiplin justru akan merugikan perusahaan.

Anda juga harus menyadari bahwa, kesulitan finansial pada sebuah perusahaan juga bisa disebabkan oleh faktor eksternal seperti inflasi, krisis moneter, atau pandemi global. Oleh sebab itu, alangkah lebih baik jika sejak awal sudah menyiapkan berbagai skenario dan strategi jitu untuk menghadapinya. Selain itu, manfaatkan asuransi untuk menjamin tenaga kerja, mesin-mesin, dan juga aset berharga lainnya.

Temukan berbagai strategi dalam membangun bisnis dan perusahaan milik sendiri bersama para ahlinya. Perluas wawasan dan upgrade ilmu Anda dengan mengikuti Seminar Financial Revolution bersama pakar bisnis Indonesia, Tung Desem Waringin. Ketahui berbagai langkah-langkah dalam menangani financial distress serta kiat-kiat penting yang bisa dipraktekkan untuk mencegahnya. Tak perlu banyak pertimbangan, segera investasikan diri dan dapatkan pengalaman berharga dengan melakukan pendaftaran disini. Kuota terbatas!