Artikel

Dapatkan informasi terbaru dari Kami

Ingin Dapat Uang Pesangon? Ketahui Syarat dan Perhitungannya

Ada banyak sekali alasan kenapa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) antara perusahaan dan karyawan dapat terjadi. Mulai dari karyawan yang melanggar peraturan, karyawan sudah tidak mampu melakukan pekerjaannya, perusahaan yang pailit, atau force majeure. Setiap melakukan PHK, perusahaan tentunya wajib membayar beberapa jenis kompensasi, salah satunya adalah pesangon.

Sekilas, pemberian uang pesangon karyawan adalah hal yang terlihat sederhana. Namun pada praktiknya, masih banyak kesalahpahaman yang terjadi di antara perusahaan dan karyawan. Buktinya, hingga saat ini masih ada karyawan yang melakukan demonstrasi terkait pesangon setelah mereka mendapatkan PHK atau mengundurkan diri. Padahal, segala kebijakan dan penghitungan mengenai uang pesangon karyawan sudah ditentukan di dalam Undang-Undang.

Untuk memastikan bahwa Anda sudah memberikan hak pesangon karyawan yang adil, tidak ada salahnya untuk menyimak penjelasan berikut ini.

Apa itu Uang Pesangon Karyawan?

Pesangon adalah uang yang dibayarkan oleh pemberi kerja kepada karyawan atau pegawai, dengan nama dan dalam bentuk apapun, sehubungan dengan berakhirnya masa kerja atau terjadi pemutusan hubungan kerja. Uang pesangon ini termasuk juga uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak. Semua  hak yang diterima oleh karyawan terkait dengan perolehan uang pesangon telah diatur di dalam Undang-UndangKetenagakerjaan, sehingga karyawan tidak perlu khawatir tidak mendapatkan uang pesangon dari perusahaan jika terjadi pemutusan hubungan kerja.

Apa Tujuan Pemberian Uang Pesangon?

Uang pesangon adalah hak yang harus diterima oleh karyawan sebagai pekerja yang mengalami PHK. Dengan demikian, setiap perusahaan wajib memberikan kompensasi kepada karyawan yang terkena PHK tersebut.

Adapun tujuan pemberian uang pesangon adalah sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada karyawan yang tidak lagi mendapatkan upah setelah terkena PHK. Sehingga, dengan begitu uang pesangon dapat digunakan oleh karyawan yang bersangkutan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sampai dengan mereka mendapatkan pekerjaan lagi.

Apa Saja Syarat Mendapatkan Uang Pesangon Karyawan?

Di Indonesia, untuk mendapatkan uang pesangon terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh karyawan, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Karyawan Harus Memasuki Masa Pensiun

Karyawan tidak akan bekerja seumur hidupnya, yang artinya karyawan akan memasuki masa pensiun. Uang pesangon ini wajib diberikan perusahaan kepada karyawan yang memasuki masa pensiun maupun pensiun dini. Hanya saja, perbedaan jumlah uang pesangon ini tergantung dari masa kerjanya.

2. Karyawan Mengalami PHK

Pemutusan Hubungan Kerja dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti kondisi perusahaan yang tidak baik atau kinerja karyawan yang buruk. Perusahaan yang kondisinya sedang tidak baik seperti terjadi penurunan profit, maka bisa melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawannya. Dalam kondisi tersebut, maka perusahaan wajib memberikan uang pesangon. Jika perusahaan tidak memberikan uang pesangon kepada karyawan yang terkena PHK, maka, karyawan akan merasa tidak dihargai atas loyalitas dan kinerja yang telah diberikan terhadap perusahaan. Selain itu, karyawan juga dapat mengadukan ke bagian ketenagakerjaan jika perusahaan tidak memberikan pesangon kepada mereka.

Ketentuan Uang Pesangon dan Cara Menghitungnya

pesangon adalah

Supaya Anda bisa mengetahui besaran uang pesangon yang akan Anda terima, berikut ini adalah rincian ketentuan dan besaran dari uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak.

1. Uang Pesangon (UP)

Upah yang dimaksud adalah total gaji pokok setelah ditambahkan dengan tunjangan tetap. Perlu diketahui bahwa tunjangan tetap akan berbeda-beda pada suatu perusahaan, di mana contoh dari tunjangan tetap adalah tunjangan transport, kesehatan, dan lain sebagainya. Bisa dikatakan bahwa tunjangan tetap akan selalu dihitung dan juga dibayarkan meskipun karyawan sedang berhalangan hadir ke tempat kerja.

Besaran uang pesangon karyawan yang wajib diberikan oleh pemberi kerja kepada karyawannya sesuai dengan Pasal 156 Ayat (2) Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, adalah sebagai berikut:

  • Untuk masa kerja kurang dari 1 tahun diberikan 1 bulan upah.
  • Masa kerja 1 tahun/lebih tetapi kurang dari 2 tahun diberikan 2 bulan upah.
  • Masa kerja 2 tahun/lebih tetapi kurang dari 3 tahun diberikan 3 bulan upah.
  • Untuk masa kerja 3 tahun/lebih tetapi kurang dari 4 tahun diberikan 4 bulan upah.
  • Masa kerja 5 tahun/lebih tetapi kurang dari 6 tahun diberikan 5 bulan upah.
  • Masa kerja 6 tahun/lebih tetapi kurang dari 7 tahun diberikan 6 bulan upah.
  • Untuk masa kerja 7 tahun/lebih tetapi kurang dari 8 tahun diberikan 7 bulan upah.
  • Sedangkan untuk masa kerja 8 tahun/lebih diberikan 9 bulan upah.

2. Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)

Seseorang yang bekerja tidak hanya memikirkan gaji bulanan saja, namun juga perlu memperoleh penghargaan atas sesuatu yang dikerjakannya. Setiap karyawan akan mendapatkan penghargaan kerja dalam bentuk uang setidaknya memiliki masa kerja minimal tiga tahun. Perhitungan uang penghargaan masa kerja ini mengikuti ketentuan berikut:

  • Masa kerja 3 tahun/lebih tetapi kurang dari 6 tahun diberikan 2 bulan upah.
  • Masa kerja 6 tahun/lebih tetapi kurang dari 9 tahun diberikan 3 bulan upah.
  • Untuk masa kerja 9 tahun/lebih tetapi kurang dari 12 tahun diberikan 4 bulan upah.
  • Masa kerja 12 tahun/lebih tetapi kurang dari 15 tahun diberikan 5 bulan upah.
  • Masa kerja 15 tahun/lebih tetapi kurang dari 18 tahun diberikan 6 bulan upah.
  • Untuk masa kerja 18 tahun/lebih tetapi kurang dari 21 tahun diberikan 7 bulan upah.
  • Dan untuk masa kerja 21 tahun/lebih tetapi kurang dari 24 tahun diberikan 8 bulan upah.
  • Sedangkan untuk masa kerja 24 tahun atau lebih diberikan 10 bulan upah.

3. Uang Penggantian Hak (UPH)

Selain itu, setiap karyawan juga berhak atas uang penggantian hak yang harus dibayarkan oleh pemberi kerja kepada karyawannya. Uang penggantian hak yang seharusnya diterima oleh karyawan saat mereka berhenti bekerja, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Cuti tahunan yang belum sempat diambil oleh karyawan yang bersangkutan.
  • Biaya transportasi karyawan.
  • Biaya penggantian perumahan, pengobatan dan perawatan yang sudah ditetapkan sebesar 15% dari uang pesangon, atau uang penghargaan masa kerja (UPMK) bagi karyawan yang memenuhi syarat.
  • Hal-hal lain yang sudah ditetapkan di dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, ataupun perjanjian kerja.

Contoh Perhitungan Pesangon Pensiun

Supaya lebih memahami cara menghitung uang pesangon pensiun, mari simak contoh berikut ini!

Tuan Aditya adalah seorang karyawan yang sudah memasuki usia pensiun, di mana gaji pokok yang diterima selama bekerja adalah sebesar Rp5.000.000 dengan tunjangan Rp2.000.000 setiap bulan. Tuan Aditya sudah bekerja selama 8 tahun 8 bulan dengan jumlah cuti yang belum diambil adalah sebanyak 7 hari. Maka, besaran uang pesangon yang akan diterima oleh Tuan Aditya adalah sebagai berikut:

Uang Pesangon

  • Upah (gaji pokok ditambah tunjangan tetap) = Rp5.000.000 + Rp2.000.000 = Rp7.000.000.
  • Masa kerja 8 tahun 8 bulan (berhak atas 9 bulan gaji) = 9 bulan x Rp7.000.000 = Rp63.000.000.
  • Berhenti bekerja dan memasuki usia pensiun (dihitung 1,75 kali dari nilai pesangonnya) = 1,75 x Rp63.000.000 = Rp110.250.000.

UPMK

  • Masa kerja 8 tahun 8 bulan (berhak atas 3 bulan gaji) = 3 bulan x Rp7.000.000 = Rp21.000.000.
  • Berhenti bekerja dan memasuki usia pensiun (berhak atas 1 kali dari ketentuan UPMK) = 1 x Rp21.000.000

UPH

  • Jumlah cuti yang belum diambil sebanyak 7 hari (1 bulan dihitung 25 hari kerja) = (7:25) x Rp7.000.000 = Rp1.960.000.

Maka dari perhitungan di atas, jumlah uang pesangon yang akan diterima oleh Tuan Aditya adalah sebagai berikut: 

Total Pesangon = UP + UPMK + UPH = Rp110.250.000 + Rp21.000.000 + Rp1.960.000 = Rp133.210.000.

Sebagai informasi tambahan, uang pesangon yang diterima oleh karyawan dapat dikenai PPh Pasal 21.

Baca juga: Rahasia Bisnis Anti-Rugi! Lakukan Strategi Penetapan Harga yang Tepat!

Kalau sudah tahu bagaimana perhitungan uang pesangon, kini Anda bisa memperkirakan berapa uang pesangon yang bisa Anda peroleh nanti ketika pensiun. Pastikan Anda juga mengetahui cara bijak dalam mengelola dan menggunakan uang pesangon.

Jika Anda masih merasa kesulitan untuk mengatur keuangan pribadi, Anda perlu bergabung dalam Seminar Financial Revolution untuk belajar dan langsung praktek bersama pakarnya, Tung Desem Waringin. Dalam seminar ini, Anda akan diajari bagaimana meningkatkan kekayaan Anda hingga 2000% hanya dalam waktu 6 bulan, bahkan kurang! Sangat menggiurkan, bukan? Dapatkan info selengkapnya, langsung saja klik di sini!