3 Strategi Optimasi Revenue dan Cara Menghitungnya agar Bisnis Makin Cuan!

revenue adalah

Revenue dan income adalah dua istilah yang cukup familier dalam dunia bisnis. Banyak orang yang masih salah kaprah dan menganggap keduanya adalah dua hal yang sama. Walaupun sama-sama berkaitan dengan keuntungan sebuah bisnis atau perusahaan, tapi keduanya memiliki perbedaan yang terletak pada sumber dan cara penghitungannya. Mudahnya, revenue adalah penghasilan kotor, sedangkan income adalah penghasilan bersih. Info selengkapnya bisa Anda simak melalui artikel berikut ini.

Revenue adalah Hal Krusial dalam Bisnis, Ini Pengertiannya!

revenue adalah
Sumber: freepik

Banyak ahli yang memiliki pendapat masing-masing dalam mengartikan istilah revenue. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, revenue adalah penghasilan yang didapat dari pelaksanaan aktivitas entitas yang normal dan diketahui dengan sebutan yang berbeda, seperti penjualan, penghasilan jasa, dividen, royalti, bunga, dan sewa. 

Sedangkan menurut Diana dan Setiawati, revenue diartikan sebagai arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

Dalam artian lain, revenue adalah penghasilan yang bersumber dari seluruh aktivitas operasional utama suatu bisnis pada satu periode tertentu yang dicatat dalam laporan keuangan perusahaan. Jumlah penghasilan yang tertulis masih mentah karena tanpa pengurangan biaya produksi, dan biaya lain-lainnya. 

Nominal revenue yang tertulis dalam laporan keuangan nantinya menjadi standar jumlah investasi yang harus dikeluarkan oleh investor yang ingin menanamkan modal. Namun jumlah tersebut akan dikurangi total nilai retur atau potongan harga.

Baca juga: Memahami Metode Pengukuran Kepuasan Konsumen untuk Kesuksesan Bisnis

Perbedaan Revenue dan Income

revenue adalah
Sumber: freepik

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa revenue sering dianggap sama dengan income. Padahal, jika dilihat dari sumber dan cara penghitungannya, keduanya jelas berbeda. Perlu Anda tahu bahwa penghasilan revenue diperoleh dari operating revenues dan non operating revenues. 

Operating revenues adalah pendapatan dari hasil penjualan, sedangkan non operating revenues merupakan pendapatan dari saham, bunga bank, dan lain-lain yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan bisnis. Penghitungan revenue tersebut harus dilakukan secara tepat, artinya sebuah perusahaan harus bisa menentukan sumber asalnya secara akurat untuk menghindari kesalahan pengukuran pendapatan.

Agar tidak keliru membedakan antara revenue dan income, tolak ukur yang bisa jadi acuannya adalah dengan melihat sumber dan cara penghitungannya. Ulasan lengkapnya bisa Anda simak sebagai berikut.

1. Sumber Penghasilan Revenue dan Income

Seperti yang sudah disinggung di atas, penghasilan revenue diperoleh dari operating revenue dan non operating revenue. Jadi sumbernya tak hanya dari kegiatan bisnis saja, tapi juga hal-hal di luar operasional bisnis seperti saham, bunga bank, dan lain-lain. Hal ini berbeda dengan income yang bersumber dari penjualan produk dan jasa saja.

2. Cara Penghitungan

Proses penghitungan revenue lebih sederhana jika dibandingkan dengan penghitungan income. Anda hanya perlu menjumlahkan rincian biaya dan penerimaan untuk menghitung total revenue. Namun, penghitungan income lebih kompleks dan terdiri dari dua cara yaitu net profit dan gross profit. Penghitungan gross profit didapat dari jumlah penghasilan dikurangi harga pokok penjualan. Sementara, net profit didapat dari total gross profit yang dikurangi biaya lain-lain seperti pajak, biaya promosi, dan sebagainya.

Baca juga: Networking adalah Cara Bertukar Informasi, Ketahui Sederet Manfaatnya!

Cara Menghitung Revenue

revenue adalah
Sumber: freepik

Untuk menghitung revenue dalam sebuah perusahaan, ada tiga cara yang bisa Anda pilih yaitu Total Revenue (TR), Average Revenue (AR), dan Marginal Revenue (MR). Berikut ulasannya.

 1. Total Revenue (TR)

Penghitungan ini menjadi dasar bagi penghitungan revenue untuk jenis uang yang lain dan dianggap sebagai cara penghitungan yang paling dasar. Anda bisa menggunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui total pendapatan perusahaan.

TR = harga jual x jumlah produksi

2. Average Revenue (AR)

Selain memakai rumus Total Revenue (TR), Anda juga bisa menggunakan Average Revenue (AR). Average revenue adalah penghasilan rata-rata yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dengan membagi total penghasilan dengan nilai jumlah produk yang terjual. Rumusnya adalah sebagai berikut.

AR = Total Pendapatan : Jumlah Produk Terjual

3. Marginal Revenue (MR)

Selain menggunakan rumus Total Revenue dan Average Revenue, Anda juga bisa memakai rumus Marginal Revenue (MR). Marginal revenue sendiri merupakan penghasilan tambahan yang diperoleh dari penjualan tambahan per unit produk. Rumus MR  adalah sebagai berikut.

MR = Tambahan TR : Tambahan Jumlah Barang yang Terjual

Baca juga: 7 Contoh Usaha Modal Kecil yang Belum Banyak Pesaing, Berani Coba?

Cara Mengoptimalkan Revenue dalam Sebuah Bisnis

keuntungan bisnis
Sumber: freepik

Sebuah bisnis dibangun untuk mendapatkan keuntungan. Oleh sebab itu, Anda harus bisa mengoptimalkan strategi yang tepat untuk mendapatkan revenue yang diinginkan. Ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan penghasilan bisnis yaitu dengan menentukan harga jual yang tepat, melakukan optimasi harga jual, serta melancarkan strategi marketing yang terencana. 

1. Menentukan Harga Jual yang Tepat

Harga jual yang dirilis di pasaran sangat berpengaruh pada total revenue yang akan diperoleh suatu perusahaan. Oleh sebab itu, sebagai pelaku bisnis Anda harus bisa memperhitungkan dengan tepat agar keuntungan yang didapat bisa lebih optimal. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan harga jual produk antara lain daya beli masyarakat, kondisi pasar terkini, dan harga yang ditawarkan oleh kompetitor.  

2. Optimasi Harga Jual

Selain menentukan harga jual yang tepat, Anda juga harus melakukan optimasi harga jual. Caranya dengan memberikan treatment tertentu demi kepuasan konsumen seperti mengadakan diskon atau cashback pada pembelian produk-produk pilihan.

3. Aktivitas Marketing yang Agresif

Aktivitas marketing yang agresif akan memberikan hasil penjualan yang signifikan bagi bisnis Anda. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menyusun strategi jitu dalam melakukan berbagai kegiatan promosi demi meningkatkan penjualan. Apalagi di era digital seperti sekarang, pemasaran lewat digital marketing atau sosial media marketing menjadi langkah yang tepat dalam mendongkrak penjualan dan keuntungan bisnis.

Baca juga: 8 Tips Membuat Struktur Organisasi Perusahaan untuk Penempatan Karyawan yang Tepat

Revenue adalah hal penting yang mendukung kelancaran sebuah usaha. Sebagai pebisnis pemula, Anda bisa mengikuti Seminar My Profit Solution, untuk mengetahui kiat-kiat jitu dalam mengoptimalkan keuntungan bisnis. Melakukan investasi pada sebuah seminar tidak akan pernah rugi karena ilmu yang Anda dapatkan bisa diterapkan untuk hari ini dan seterusnya. 

Apalagi, Anda akan belajar langsung dari pakarnya, yaitu Tung Desem Waringin atau TDW yang merupakan pebisnis, motivator, penulis buku, serta pelatih sukses nomor 1 di Indonesia. Segera daftar sekarang juga karena kuota terbatas!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top